Susu Penyebab Penyakit Osteoporosis

blogger templates


Hari Osteoporosis Nasional 2009 diperingati ribuan warga di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, tanggal 25 Oktober lalu. Sebagai sebuah event, acara itu cukup berhasil menarik perhatian, yang tentu tidak lepas dari peran sebuah perusahaan swasta yang memasarkan produk susu, terutama untuk orang dewasa.

Acara itu juga seolah-olah merupakan antitesis atau sanggahan terhadap pendapat bahwa minum susu terlalu banyak justru menyebabkan osteoporosis. Pendapat yang terakhir ini tercantum dalam buku best seller karya Prof dr Hiromi Shinya, The Miracle of Enzyme-Self-Healing Program, yang tahun 2008 telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan Qanita, anak perusahaan Mizan.

Hingga tahun ini, buku itu telah mengalami cetak ulang beberapa kali. Tak kurang dari pengusaha Ciputra amat memercayai isi buku itu, sampai pernah mengadakan seminar untuk warga usia lanjut di rumahnya dengan pembicara seorang dokter yang menguraikan pokok-pokok isi buku Shinya.

Dalam bukunya itu, Shinya yang guru besar kedokteran Fakultas Kedokteran Albert Einstein di Amerika Serikat menulis demikian: ”Satu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun, ini adalah sebuah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis.”

Apa argumen Shinya terhadap pendapatnya yang ”melawan” pendapat umum ini, termasuk sebagian dokter ahli gizi klinik? Menurut Shinya, kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. ”Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah Anda tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine,” demikian pendapat Shinya.

Ia menambahkan, ”Jika Anda mencoba minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar—Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia—yang banyak sekali mengonsumsi susu setiap hari, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.”



Masuk akal

Menanggapi pendapat Shinya ini, pakar gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Waloejo Soerjodibroto, ketika dihubungi menyatakan bahwa pendapat tersebut masuk akal. Waloejo mengaku belum membaca buku Shinya, tetapi ia belum yakin bahwa kadar kalsium yang berlebih akibat asupan minum susu justru akan mendorong pembuangan kalsium dari ginjal melalui urine, termasuk kalsium dari massa tulang. ”Betapapun susu adalah sumber protein sehingga dalam konteks yang benar, susu tetap berguna untuk tubuh,” katanya.

Walaupun demikian, Waloejo setuju dengan sebagian pendapat Shinya bahwa susu sapi memang paling cocok untuk anak sapi, bukan untuk anak manusia, apalagi manusia dewasa. ”Dalam perkembangan masyarakat modern, air susu ibu diganti oleh susu formula atau pengganti air susu ibu supaya kaum ibu bisa aktif bekerja. Manusia punya otak untuk merekayasa, termasuk menciptakan pengganti air susu ibu yang mendekati atau mirip air susu ibu, walaupun tak bisa sama persis,” tambahnya.

Kita tentu ingat slogan gizi ”Empat Sehat, Lima Sempurna” yang diciptakan tokoh gizi nasional, almarhum Prof dr Poorwosoedarmo, sekitar empat dekade lalu, yang menyebutkan bahwa konsumsi susu ”menyempurnakan” empat komponen makanan lainnya (karbohidrat, protein dan lemak nabati/hewani, sayur, dan buah-buahan). Menurut Waloejo, slogan itu bagus dan amat berguna pada masa tahun 1960-an ketika kondisi gizi masyarakat Indonesia masih kurang baik karena memberikan panduan yang mudah diingat masyarakat awam.

”Namun, kini kita dapat mempertanyakan, apakah benar tanpa susu asupan gizi kita kurang sempurna. Panduan ini kemudian diganti dengan istilah ’menu seimbang’ (balanced diet), yang sebenarnya juga tidak pas. Yang benar untuk konteks Indonesia adalah giza atau gizi lengkap (wholesome diet). Semua komponen ada, tidak kelebihan, tidak kekurangan,” tutur Waloejo.




Konsumsi ikan

Menurut Prof Errol Untung Hutagalung, Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), puncak massa tulang (peak bone mass) manusia terjadi pada usia 20 hingga 30-an tahun. Jumlah penderita osteoporosis terus meningkat dan dikhawatirkan menjadi beban masalah kesehatan di Indonesia 40 tahun lagi. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan memaksimalkan mengonsumsi kalsium ketika usia 20-30 tahun. Pengurangan kalsium mulai terjadi pada usia 40 tahun dan makin meningkat setelah usia 50 tahun, katanya (Kompas, 26/10). Ketika dihubungi semalam, Hutagalung menyatakan belum membaca buku Shinya sehingga belum bisa berkomentar bahwa konsumsi susu malah dapat meningkatkan laju osteoporosis.

Prof Waloejo sebaliknya setuju dengan pendapat Prof Shinya bahwa asupan kalsium tidak melulu harus dari susu. Ikan-ikan kecil dan rumput laut, yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang, ternyata mengandung kalsium yang tidak terlalu cepat diserap (slow release) yang justru dapat meningkatkan jumlah kalsium dalam darah.

Waloejo menekankan, yang penting untuk mencegah berkurangnya massa kalsium pada jaringan tulang bukan hanya asupan kalsium, tetapi juga tersedianya vitamin D3, yang dibuat dari inti kolesterol.

Pada awal evolusi, manusia purba tidak gampang mencari lemak. Dalam perkembangannya, lingkungan dan pola hidup manusia berubah, tetapi mekanisme usus dan enzim-enzim manusia purba masih tidak berbeda dengan manusia modern.

”Itulah sebabnya kita sekarang menjumpai banyak kasus obesitas, kelebihan kolesterol dan trigliserida. Kritik Prof Shinya ada benarnya,” katanya.


FAKTA TENTANG SUSU :


• Tidak ada makanan lain yang sulit dicerna daripada susu.
• Kasein, yang membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna.
• Komponen susu yang dijual di toko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas.
• Susu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi.
• Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan flora bakteri dalam usus.
• Jika wanita hamil minum susu, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitik atopik.
• Minum susu terlalu banyak sebenarnya MENYEBABKAN osteoporosis.

0 Response to "Susu Penyebab Penyakit Osteoporosis"

Post a Comment

Labels

kesehatan Istilah Penyakit health ASKEP KESEHATAN artikel kesehatan A FARMASI ASKEP H KEPERAWATAN tips sehat penyakit M P S Tanaman Obat Indonesia G T D TIPS E info sehat tanaman obat C Menstruasi pengobatan alternatif B Berita Kesehatan K O wanita dan kesehatan CANCER Healthy Living I Weght Loss Diet dan Kesehatan Fat loss NURSING Obat Tradisional PENGOBATAN V olah raga Health and Fitness Illusion NUTRITION Tips Diet Sehat U alternative herbal gaya hidup sehat kesehatan jantung langsing mom and kids Asthma F Health today Hypertension Khasiat Daun Salam Kolera L R Tentang Kanker Yoga dan Kecantikan business nutrisi dan kesehatan pesan untuk pembaca AIDS - Acquired Immune Deficiency Abortus Abortus imminen Acut Miocard Infark Agnosia Alergi Alergi Obat Alpokat Alzheimer's Disease Amenorrhea Amnesia Disosiatif Anemia Angina Pectoris Angina Pektoris Angiofibroma Anorexia Nervosa Anosmia Anxietas Appendicitis Appendiksitis Aritmia Asthma Bronkhiale Aterosklerosis Atrial Septal Defect Auditory Illusion BPH (Benigna Prostat Hipertropi) Batu Empedu Berkah Herbal Bipolar Disorder Bronchiectasis Bronkhitis Bronkiektasis Buah Sehat Buah-buahan CANCER THERAPY COPD (Chronic Obstructive Pulmonal Disease) Cemas Cepalgia Cephalgia Chest Pain Cholelitiasis Cholera Colon Carcinoma Cronical diseas DHF (Dengue Haemorhagic Fever) Daftar Isi Decompensasi Cordis Decubitus Delirium Depression Dermatitis Atopik Dermatitis Kontak Diabetes Mellitus Diare Dispepsia Ebola Efusi Pleura Empiema Encephalitis Endokarditis Endometriosis Epilepsi Eritroderma FISIOLOGI FRAKTUR Faringitis Fatigue Fibromialgia Flu Babi Gagal Ginjal Akut Gagal Ginjal Kronis Gagal Jantung Gangguan / Kelainan Menstruasi (Haid) Gastritis Gastritis - acute Gastroenteritis Gastroentritis Gigantisme Gizi Glomerulonephritis Gout Guillain Barre Syndrome H1N1 (swine) influenza HERNIA NUKLEUS PULPOSUS Halusinasi Hemofilia Hemoroid Hepatitis Herpes Simplex Hidronefrosis Hidrosefalus Hiperemesis Gravidarum Hiperparatiroidisme Hipertensi Hipoglikemia Hipoparatiroidisme Hisprung Hyperpyrexia Hypertiroid Hypokalemia Hypomenorrhea ISPA Infeksi Saluran Kemih Info Seks Inkontinensia Urine Insertio Velamentosa Kanker Kolon Kanker Mulut Rahim Kanker Payudara Kanker Serviks Ketoacidosis Diabetik Ketuban Pecah Dini (KPD) Khasiat Buah Jamblang Khasiat Tanaman Obat Sidaguri Kistoma Ovari Konstipasi Leptospirosis Low Back Pain (LBP) Malaria Mania Marasmus Mastoiditis Meningitis Menstruasi Praecox Migrain Mioma Uteri Mola Hidatidosa Morbili Myasthenia Gravis Myocarditis N NEWS Nyeri Dada Optical Illusion Osteoarthritis Osteomalacia Osteomalasia Osteoporosis Otitis Media Akut OMA Parkinson's Disease Penyakit Alzheimer Penyakit Jantung Koroner Penyakit Jantung Rematik Penyakit Parkinson Perikarditis Peritonitis Pharingitis Plasenta Previa Pneumonia Premenstrual Syndrome (PMS) Prolapsus Uteri Propolis Pseudomenorrea Reumatoid Artritis Rheumatic Heart Disease Ricky Soebagdja SISTEMMUSKULOSKELETAL Schizophrenia Servicitis Sifilis Sinusitis Sirosis Hepatis Skabies Skoliosis Solusio Plasenta Spondilitis TBC Stenosis Aorta Strok Non Hemoragik (SNH) Struma Syndrome Stevens Johnson TERAPI PENGOBATAN Tanaman Beracun Tetanus Tetanus Neonatorum Tinnitus Tonsilitis Trachoma Trikomoniasis Tuberculosis Tuberkulosis Paru Tumor Tulang Typhoid Typhus Uremia Urinary Tract Infection Urticaria Vaginitis Vertigo Vesikolithiasis Vomiting W Waham Yoga dan Kesehatan acne and pregnancy autisme bahaya plastik biologi blackberry cara memasak sehat garlic health skin care herbal medicine informasi jarak bali khasiat Daun Duduk khasiat bawang putih khasiat buah-buahan maag mayoclinic melamin pencernaan pilates promo produk shisha stomach syndrom today tips vcd kesehatan vcd yoga workout